KDM Dorong Energi Alternatif Usai Harga Elpiji Melonjak

oleh -11 Dilihat
Harga Elpiji

JAKARTA, GNN.com Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kearifan lokal dapat dimanfaatkan sebagai solusi energi alternatif di tengah kenaikan harga elpiji nonsubsidi.

Menurutnya, salah satu opsi yang bisa dikembangkan masyarakat adalah biogas. Energi ini dihasilkan dari pengolahan limbah ternak seperti kotoran sapi, yang sudah diterapkan oleh sejumlah peternak di Kabupaten Bandung Barat. Biogas dinilai mampu menghasilkan api kompor yang cukup besar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Pengolahan kotoran sapi bisa menjadi gas, bahkan sampah juga bisa diolah jadi energi, termasuk listrik,” ujar pria yang akrab disapa KDM, Senin (20/4/2026).

Selain biogas, ia juga menyebut penggunaan kayu bakar masih relevan bagi masyarakat di wilayah perdesaan. Sementara itu, warga perkotaan dapat mempertimbangkan kompor listrik sebagai alternatif.

BACA JUGA :  KDM Optimistis Target Pembangunan 100.000 Rumah Subsidi Tercapai di Jabar

KDM menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan energi dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Ia optimistis masyarakat mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut berkat kreativitas dan inovasi yang dimiliki.

Sebagai informasi, harga elpiji nonsubsidi mengalami kenaikan sejak 18 April 2026. Di Jawa Barat, elpiji ukuran 12 kilogram kini dibanderol Rp228.000 per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kilogram mencapai Rp107.000. Adapun elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan harga.

 

(Red)

Tentang Penulis: Redaksi ☑️

Gambar Gravatar
Media Online Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.