GNRI Kritik Keras Wali Kota Bekasi soal Aduan Infrastruktur Lewat Instagram

oleh -74 Dilihat
GNRI dan Wali Kota Bekasi

BEKASI, GNN.com Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) menunjukkan pesan instagram yang pernah dikirim ke Wali Kota Bekasi namun belum ada respon.

Pernyataan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang meminta warga melaporkan persoalan infrastruktur melalui akun Instagram pribadinya, menuai kritik keras dari organisasi masyarakat.

Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) menyatakan, mekanisme pelaporan yang dinilai tidak sesuai prosedur itu, dianggap mengabaikan fungsi dinas-dinas teknis di pemerintahan.

Sekretaris Jenderal DPP LSM GNRI, Julius Chandra, menilai instruksi Wali Kota tersebut kontraproduktif dengan sistem birokrasi yang sudah ada.

Ia menyayangkan kepala daerah justru mengarahkan pengaduan publik ke media sosial pribadi, bukan melalui jalur resmi pemerintahan.

BACA JUGA :  Diduga Oknum RW dan RT Kongkalikong Lakukan Pungli Ratusan Juta Rupiah di Cluster Rivertown Grand Wisata

“Kalau semua aduan masyarakat harus melalui akun Instagram, untuk apa ada dinas-dinas terkait? Janganlah melakukan pembodohan publik dan pencitraan hanya untuk menambah jumlah pengikut di media sosial pribadi,” ujar Julius saat ditemui di Kota Bekasi, Jumat (28/11/2025).

Julius mengaku telah melaporkan kondisi rumah warga Kayuringin Jaya, yang nyaris roboh melalui Instagram Tri Adhianto sejak Senin (25/11/2025), namun hingga kini belum mendapat respons.

Kondisi tersebut dinilainya membuktikan bahwa mekanisme pelaporan via Instagram tidak efektif.

“Saya sudah melaporkan sejak Senin kemarin terkait warga Kayuringin Jaya yang rumahnya sudah mau roboh, namun tidak direspons sampai hari ini. Jadi Wali Kota jangan hanya bicara saja. Kalau memang mau mengakomodasi keluhan warga Bekasi, lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA :  Waaster Panglima TNI Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Trisaka TNI TA 2024 di Buperta Cibubur

Julius mendesak, Wali Kota Bekasi untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai upaya pencitraan, dan fokus pada implementasi program kerja.

Ia meminta Wali Kota mewujudkan slogan ‘Bekasi Keren’ yang selama ini dikampanyekan melalui tindakan nyata, bukan sekadar retorika di media

“Stop omon-omon, stop pencitraan, dan wujudkan program Bekasi Keren yang menjadi slogan Pak Wali Kota selama ini,” pungkas Julius.

 

(Red)

Tentang Penulis: Redaksi ☑️

Gambar Gravatar
Media Online Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.