Suka Makmue GNN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, dan keuchik terkait persiapan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2026.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kamis (15/10/2026).
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa TRK itu mengatakan bahwa kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer tersebut membutuhkan kerja sama dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimda hingga pemerintah gampong.
Menurutnya Bendera Merah Putih tersebut direncanakan dibentangkan mulai dari Bandara Cut Nyak Dhien, Kecamatan Kuala Pesisir, hingga Masjid Agung Baitul A’la atau Masjid Giok di Kabupaten Nagan Raya.
“Saya telah menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Jenderal Dudung Abdurachman, yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan dan saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta adik kandung Presiden, Hashim Djojohadikusumo,” ujar TRK.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, pihaknya telah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri untuk menyampaikan rencana kegiatan tersebut.
TRK berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai, apabila Presiden RI dapat hadir langsung di Nagan Raya, hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.
“Saya memohon kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” ungkapnya.
*Bupati Minta Camat dan Keuchik Data Peserta*
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Bupati TRK menginstruksikan para camat dan keuchik, khususnya di Kecamatan Kuala Pesisir, Kuala, dan Suka Makmue, agar mendata masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pembentangan Bendera Merah Putih tersebut.
Ia meminta setiap gampong yang berada di sepanjang jalur pembentangan untuk mempersiapkan dan mendata calon peserta secara terkoordinasi. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada panitia sebagai bahan perencanaan dan pengaturan teknis kegiatan.
“Para keuchik agar mendata dengan baik masyarakat yang akan berpartisipasi memegang Bendera Merah Putih di sepanjang jalur pembentangan. Selanjutnya, data tersebut disampaikan kepada panitia untuk ditindaklanjuti,” kata TRK.
Ia menegaskan bahwa para camat dan keuchik memiliki peran penting dalam mengoordinasikan masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
*Rakor untuk Mematangkan Persiapan Kegiatan*
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., yang memandu jalannya rapat, mengatakan bahwa rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam mempersiapkan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer.
Ia berharap seluruh peserta rapat dapat memberikan saran dan masukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026.
“Rapat ini merupakan bagian dari upaya mematangkan persiapan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer di Kabupaten Nagan Raya. Karena itu, saran dan masukan dari seluruh peserta sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut,” ujar Siddiqi.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai perkembangan persiapan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam rapat tersebut Plt. Sekda, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Kepala Cabang Dinas (Kacabdin), tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Sofyan













