Bupati TRK Perkuat Iklim Investasi, Realisasi Triwulan III Capai Rp41,05 Miliar

oleh -31 Dilihat

Suka Makmue GNN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat realisasi investasi sebesar Rp41,05 miliar pada Triwulan III 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit.

Hal tersebut disampaikan Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, dalam keterangannya di Suka Makmue, Sabtu (17/10/2026).

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun iklim investasi yang kondusif,” ujar Bupati TRK.

Ia menegaskan, Pemkab Nagan Raya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor melalui proses yang cepat, transparan, dan akuntabel.

“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Menurut TRK, peningkatan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat Nagan Raya.

“Fokus kami tidak hanya pada nilai investasi, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nagan Raya yang juga menjabat Plt. Sekretaris Daerah Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan, menjelaskan bahwa realisasi investasi pada Triwulan III 2026 mencapai Rp41.054.290.651.

“Dari total nilai tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp19.734.664.544 atau 48 persen, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp21.319.626.107 atau 52 persen,” jelas Hizbulwatan.

BACA JUGA :  Berikan Rasa Nyaman, Polres Ciamis Intens Patroli KRYD di Malam Hari

Ia mengungkapkan berdasarkan tahapan kegiatan usaha, realisasi PMDN terdiri atas investasi pada tahap konstruksi sebesar Rp11.523.577.270 atau sekitar 54 persen dan tahap produksi sebesar Rp9.796.048.837 atau sekitar 46 persen dari total PMDN.

“Sektor usaha berbasis kelapa sawit masih mendominasi realisasi investasi di Kabupaten Nagan Raya,” ungkapnya.

Menurut Hizbulwatan, gabungan sektor perkebunan dan pertanian kelapa sawit menyumbang investasi sebesar Rp24.518.219.288 disusul industri minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp13.956.486.035.

“Selain kedua sektor tersebut, investasi juga berasal dari sejumlah bidang usaha lainnya,” sebutnya.

Sektor pembangkitan tenaga listrik kata dia, mencatat realisasi sebesar Rp1.568.269.611, diikuti angkutan bermotor untuk barang umum sebesar Rp381.100.402 dan pertambangan batu bara sebesar Rp286.090.870.

BACA JUGA :  Polresta Cirebon Bacakan Asmaul Husna Usai Apel Pagi, Ciptakan Suasana Harmonis di Lingkungan Kepolisian

“Kontribusi berikutnya berasal dari industri produk dari batu bara sebesar Rp282.466.933, perdagangan besar bahan bakar sebesar Rp55.357.987 serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian sebesar Rp6.299.525,” imbuhnya.

Sofyan

Tentang Penulis: Gnn Admin1

Gambar Gravatar
Jurnalis Media Globalnusantara News.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.