Beras Premium di Atas HET, Satgas Pangan Jatim Turun Tangan

oleh -165 Dilihat
Satgas Pangan Polda Jatim

JATIM, GNN.com Satgas Pangan Polda Jawa Timur tengah menelusuri dugaan penjualan beras premium dengan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET). Temuan tersebut didapati saat petugas melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pucang, Surabaya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim yang juga menjabat Kepala Satgas Pangan Jatim, Kombes Pol Dodi Ruyatman, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan serta perkembangan harga beras premium di tingkat pedagang.

Menurut Dodi, petugas juga mengecek langsung informasi mengenai dugaan kelangkaan yang disebut menjadi salah satu faktor tingginya harga beras premium di pasaran.

Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan beras premium di Pasar Pucang masih relatif aman. Sejumlah produk bahkan masih dipasarkan dengan harga yang sesuai ketentuan.

BACA JUGA :  Polsek Gempol Gelar Operasi Miras, Amankan Ratusan Botol Miras Siap Edar

Meski demikian, petugas menemukan beberapa merek beras premium yang diperdagangkan melebihi HET. Temuan itu selanjutnya akan didalami guna mengetahui faktor yang menyebabkan harga meningkat di tingkat pedagang.

Dodi mengatakan penyidik dari Ditreskrimsus Polda Jatim akan menelusuri jalur distribusi beras tersebut, mulai dari sumber pasokan hingga sampai ke pedagang.

“Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang,” kata Dodi.

Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah adanya praktik perdagangan yang merugikan konsumen, termasuk spekulasi maupun bentuk kecurangan dalam distribusi beras.

Salah satu praktik yang menjadi perhatian Satgas Pangan adalah dugaan pengemasan ulang beras medium menggunakan kemasan berlabel premium. Cara tersebut berpotensi membuat harga jual meningkat dan memberikan keuntungan lebih besar kepada pelaku usaha.

BACA JUGA :  Oknum ASN Kelurahan Margahayu Diduga Melakukan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan

Dodi menegaskan pihaknya terus memantau kemungkinan adanya praktik semacam itu. Namun, berdasarkan pemeriksaan di Pasar Pucang, petugas belum menemukan indikasi pengoplosan atau manipulasi beras.

“Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala,” ujarnya.

Selain beras, tim gabungan turut mengecek ketersediaan minyak goreng Minyakita di tingkat konsumen. Dalam pemantauan tersebut, harga Minyakita dari Perum Bulog tercatat sebesar Rp15.700 sebagai bagian dari upaya menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

 

(Red)

Tentang Penulis: Redaksi ☑️

Gambar Gravatar
Media Online Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.