Abian, Hafiz Cilik yang Mencuri Perhatian di STQH Nasional 2025

oleh -54 Dilihat
Hafiz Cilik

KENDARI, GNN.com Di antara ratusan peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, satu sosok kecil berhasil mencuri perhatian publik. Dialah Muhammad Abdullah Abian, hafiz muda asal Bangka Belitung yang tercatat sebagai peserta termuda se-Indonesia dalam ajang tahun ini.

Abian berkompetisi dalam cabang Tahfiz Al-Qur’an Satu Juz dan Tilawah. Meskipun usianya masih sangat belia, semangat dan ketekunannya dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an mengundang kekaguman dan rasa haru dari banyak orang.

“Anak kita ini ikut di cabang Tahfiz Al-Qur’an Satu Juz dan Tilawah. Dia peserta paling muda se-Indonesia,” ungkap Sofyan, Ketua Kafilah Bangka Belitung, saat mendampingi Abian di arena STQH Nasional pada Minggu, (19/10/2025).

BACA JUGA :  Uji Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana Bali, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Pariwisata Bali Berkelanjutan

Sejak usia tujuh tahun, Abian sudah menunjukkan keseriusannya dalam menghafal ayat-ayat suci. Ia rutin memperbaiki tajwid, melakukan murajaah hafalan, serta membaca Al-Qur’an bersama guru pembimbingnya setiap hari.

Bagi Abian, Al-Qur’an bukan hanya hafalan, tetapi juga sumber kebahagiaan dan tujuan hidup.

“Dia ingin kelak memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya di surga,” tutur Sofyan.

Cinta Abian terhadap Al-Qur’an tumbuh dari lingkungan keluarga yang sejak dini menanamkan nilai-nilai Qur’ani. Dalam kesehariannya, mushaf dan murajaah menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia menjalani proses latihan dengan disiplin tinggi dan menunjukkan fokus yang luar biasa, tidak kalah dari peserta dewasa.

Sofyan menyebut Abian sebagai simbol harapan baru bagi tumbuhnya generasi Qur’ani di Indonesia.

BACA JUGA :  Unit Sekretariat Kemenko Polkam Laksanakan Penandatanganan Kinerja Tahun 2025

“Cita-citanya ingin menjadi juara nasional, bahkan internasional,” ucapnya dengan bangga.

Apresiasi atas kehadiran Abian juga datang dari Rijal Ahmad Rangkuty, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Ia menilai potensi seperti yang dimiliki Abian perlu terus dibina dan dikembangkan.

“Kehadiran peserta muda seperti Muhammad Abdullah Abian menunjukkan bahwa generasi Qur’ani Indonesia terus tumbuh dengan kuat. Ini menjadi bukti bahwa semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an telah mengakar sejak usia dini,” ujarnya.

Ketekunan dan semangat Abian menjadi inspirasi bagi banyak santri seusianya. Dari Bangka Belitung, ia membawa harapan besar agar cahaya Al-Qur’an terus tumbuh di hati anak-anak Indonesia, bahkan sejak usia yang paling muda.

BACA JUGA :  Panglima TNI Lanjut Bongkar Pagar Laut di Perairan Tangerang

 

(Red)

Tentang Penulis: Redaksi ☑️

Gambar Gravatar
Media Online Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.