BANDUNG, GNN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan dengan memadukan sistem digital dan kunjungan langsung ke lapangan guna memastikan seluruh pelaku usaha tercatat secara menyeluruh dan akurat.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bandung, Vira Wahyuningrum, menjelaskan bahwa petugas sensus akan mendatangi pelaku usaha secara door-to-door selama periode pendataan berlangsung.
“Terhitung mulai 1 Mei sampai 31 Juli 2026, petugas akan turun langsung melakukan pendataan ke setiap pelaku usaha tanpa pengecualian,” ujarnya pada 19 Februari 2026.
Pendataan mencakup seluruh skala usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha rumah tangga. Langkah ini bertujuan menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Untuk perusahaan skala besar, BPS menerapkan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) melalui pengisian kuesioner secara daring. Skema ini dinilai lebih efisien dan fleksibel mengikuti kebutuhan internal perusahaan.
Namun demikian, petugas tetap akan melakukan kunjungan apabila respons belum optimal guna memastikan kelengkapan data.
Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha rumah tangga akan didata menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Sistem ini memanfaatkan perangkat digital saat wawancara langsung sehingga proses input data menjadi lebih cepat dan meminimalkan potensi kesalahan.
Sensus Ekonomi 2026 juga akan terintegrasi dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data yang akurat dan komprehensif.
Sebagai persiapan, BPS Kota Bandung akan membuka rekrutmen serta menggelar pelatihan petugas pada Maret hingga April 2026. Materi pelatihan mencakup pemahaman konsep usaha, metodologi sensus, hingga etika dalam proses pendataan.
“Data yang akurat hari ini akan menjadi fondasi kebijakan ekonomi di masa mendatang,” kata Vira.
BPS Kota Bandung pun mengimbau para pelaku usaha agar memberikan informasi yang benar dan lengkap. Partisipasi aktif pelaku usaha dinilai penting untuk mendukung perencanaan penguatan UMKM serta pengembangan sektor unggulan secara lebih presisi di Kota Bandung.
(Red)













